Selasa, 14 Mei 2013

Home








MASTERPLAN PENINGKATAN KEHIDUPAN NELAYAN

1.    Latar Belakang
Mempertimbangkan berbagai potensi sumberdaya alam dan keunggulan yang ada diwilayah pesisir, laut dan pulau-pulau kecil, serta tantangan pembangunan yang harus dihadapi dalam pelaksanaan pembangunan sector kelautan dan perikanan di Kabupaten Blitar memerlukan suatu kebijakan ekonomi berupa peningkatan kehidupan nelayan menuju kesejahteraannya.

Masterplan Peningkatan Kehidupan Nelayan merupakan konsep pembangunan untuk mengentaskan kemiskinan yang difokuskan langsung kepada kelompok sasaran yaitu Rumah Tangga Sasaran Nelayan Miskin yang berdomisili di wilayah pelabuhan perikanan atau pangkalan pendaratan ikan dengan tujuan untk meningkatkan kewirausahaan dan pendapatan nelayan

2.    Dasar Hukum
a.                               Undang-undang No. 31 Tahun 2004 tentang Perikanan
b.                               Undang-undang No. 27 Tahun 2007 tentang
c.                               Intruki Preiden RI No. 15 Tahun 2011 tentang Perlindungan Nelayan
d.    Keputusan Presiden RI No. 10 Tahun 2011 tentang Tim Koordinasi Percepatan dan Perluaan Program Pro-Rakyat
e.    Keputusan Bupati Blitar No. 188/425/409.012/KPTS/2012 tentang Sub Kelompok Kerja Program Peningkatan Kehidupan Nelayan (Sub Pokja PKN) Kabupaten Blitar
f.     Surat Edaran Menteri Kelautan

3.    Potensi dan Tantangan
  1. Potensi yang dapat digunakan sebagai peluang dalam mewujudkan Visi dan Misi adalah :
a.      Potensi lestari sumberdaya ikan yang begitu besar dan belum dimanfaatkan secara optimal.
b.      Adanya 32 KUB dan 9 Kelompok Pengawas Masyarakat
c.      Adanya lokasi PPI Tambakrejo dan beberapa tempat pendaratan ikan
d.      Dicanangkannya indutrialiai pengelolaan sumberdaya ikan berkelanjutan berbais mayarakat oleh Pemerintah Pusat
e.      Adabya Pos Keamanan Laut Terpadu
f.       Meningkatkan pemahaman dan ketahanan masyarakat pesisir dalam menghadapi bencana dan cuaca ekstrim
g.      Banyaknya industry subsektoral yang dapat dibangun/dikembangkan melalui sector perikanan dan kelautan (seperti pengalengan, galangan kapal, pengolahan perkomoditi dll)
h.      Semakin gencarnya dunia perbankan dalam pembangunan sector perikanan dan kelautan khususnya dalam penyaluran kredit
B.    Tantangan :
Walaupun potensi yang ada merupakan keunggulan yang ada diwilayah pesisir, laut dan pulau-pulau kecil di Kabupaten Blitar, namun keunggulan tersebut tidak akan terwujud dengan sendirinya.  Sejumlah tantanganyang harus dihadapi untuk memanfaatkan dan mengelola keunggulan tersebut sbb :
a.      Kurangnya permodalan yang dimiliki oleh nelayan
b.      Pola penangkapan yang dilakukan oleh nelayan masih berorientasi pada penangkapan harian sehingga daerah penangkapan hanya disekitar pantai, belum dapat menjangkau lokasi penangkapan yang lebih jauh.
c.      Industrialisasi perikanan tangkap masih terbatas pada kemampuan nelayan tradisional dalam memanfaatkan sumberdaya ikan yang ada di laut
d.      Sebagian nelayan masih berorientasi pada hasil produksi dan tidak memperhatikan kelestarian sumberdaya perikanan dan kelautan
e.      Beberapa jalan akses menuju lokasi tempat pendaratan ikan masih belum layak
f.       Mutu hasil tangkapan nelayan masih rendah
g.      Rendahnya ketrampilan nelayan dalam memanfaatkan tehnologi
h.      Sebagian besar SDM nelayan masih rendah dan tergolong miskin (nelayan tradisional). Kwalitas SDM yang rendah akan sulit menerima perkembangan iptek, sehingga menjadi rawan konflik dalam memanfaatkan sumberdaya ikan
i.         

III. ISSUE STRATEGIS

1.        Issue - issue Strategis :
a.    Restrukturisasi armada penangkapan ikan
b.    Poteni lestari sumberdaya ikan kurang lebih 44.000 ton berada diwilayah pengelolaan perikanan Kabupaten Blitar
c.    Sulitnya kapal perikanan mendaratkan ikannya di wilayah Kabupaten Blitar
d.    Kerusakan sumberdaya kelautan dan perikanan
e.    Illegal fishing
f.     Konflik nelayan
g.    Sulitnya jalan akses menuju lokasi tempat pendaratan kapal perikanan
h.    Akses permodalan bagi nelayan
i.      Dampak cuaca ekstrim
j.      Rendahnya kapasitas SDM nelayan
k.    Rendahnya ketrampilan nelayan dalam penerapan tehnologi
l.      Kemiskinan rumah tangga nelayan
m.     Lemahnya kelembagaan yang berbasis masyarakat pesisir
n.    Pengelolaan dan investasi wilayah pesisir, laut dan pulau-pulau kecil
o.     

2.      Beberapa permasalahan yang dihadapi dapat diidentifikasi sebagai berikut :
a.  Kebanyakan armada dan alat penangkapan ikan maupun alat bantu penangkapan ikan kurang dari 1 GT (kapal kunting, jukung, speed).
b.  Sumberdaya ikan belum dimanfaatkan secara optimal, masih sekitar 2-4 % dari potensi lestari yang bisa dimanfaatkan nelayan
c.  Belum terselesaikannya pembangunan PPI di desa Tambakrejo dan beratnya  medan  tempat pendaratan ikan di 7 lokasi berlabuhnya kapal perikanan (pantai nggurah, pantai jolosutro, pantai sumberkatak, pantai peh pulo, pantai serang, pantai pangi dan pantai pasur)
d.  Terjadinya pengrusakan wilayah pesisir (penebangan vegetasi pantai, penambangan pasir besi), sumberdaya ikan dan terumbu karang(penggunaan kompresor dan bahan kimia sebagai alat bantu penangkapan ikan)
e.  Sebagian nelayan masih berorientasi pada hasil produksi dan tidak memperhatikan kelestarian sumberdaya perikanan dan kelautan
f.   Masih sering terjadi konflik nelayan yang disebabkan adanya pelanggaran jalur penangkapan ikan, penggunaan alat tangkap dan alat bantu penangkapan yang tidak ramah lingkungan
g.    Beberapa jalan akses menuju lokasi tempat pendaratan ikan masih belum layak
h.    Kurangnya permodalan yang dimiliki oleh nelayan
i.    Dampak cuaca ekstrim dan angin barat daya selama bulan Januari – Mei nelayan tidak bisa melaut sehingga perlu adanya diversifikasi usaha
j.    Pola penangkapan yang dilakukan oleh nelayan masih berorientasi pada penangkapan harian sehingga daerah penangkapan hanya disekitar pantai, belum dapat menjangkau lokasi penangkapan yang lebih jauh.
k.  Mutu hasil tangkapan nelayan masih rendah
l.    Belum adanya beberapa fasilitas/sarana dan prasarana yang memadai antara lain penyediaan air bersih, listrik murah dan hemat, fasilitas perumahan murah bagi nelayan, peralatan komunikasi, layanan kesehatan, dukungan pembiayaan pendidikan bagi anak-anak nelayan
m.   Belum semua nelayan tergabung dalam KUB, kurangnya kesadaran mayarakat pesisir untuk membentuk Pokmaswas dan kelompok Konservasi/rehabilitasi serta koperasi
n.     Belum tersusunnya Peraturan Daerah tentang Zonasi



IV KONSEP PROGRAM PENINGKATAN KEHIDUPAN NELAYAN


1.      Visi Kabupaten Blitar :
Terwujudnya Kabupaten Blitar yang sejahtera, religius dan berkeadilan
Visi Program Peningkatan Kehidupan Nelayan :
 Mewujudkan Peningkatan Kehidupan Nelayan di Kabupaten Blitar yang Mandiri dan sejahtera serta Berkelanjutan
Misi yang dapat dilakukan untuk mewujudkan Visi adalah  melalui  kegiatan :
a.    Peningkatan pengelolaan perikanan tangkap
b.    Peningkatan pengelolaan wilayah peisir dan pulau-pulau kecil  dan perairan umum yang berkelanjutan
c.    Peningkatan Kehidupan Nelayan dan masyarakat pesisir yang berwawasan lingkungan
2.   Tujuan Program :
a.            Meningkatkan kewirausahaan nelayan
b.            Meningkatkan  pendapatan nelayan
3.    Sasaran Program adalah :
a.    Rumah tangga miskin nelayan yang berdomisisli di wilayah pelabuhan perikanan atau pangkalan pendaratan ikan
b.    Kelompok
c.    Sarana dan prasarana di lokasi PPI dan beberapa tempat pendaratan kapal perikanan
d.    Pengembangan desa pesisir tangguh
4.    Target Program :
a.                                  Target penerima program PKN adalah :
                  i.    Individu nelayan
                 ii.    Kelompok
                iii.    Sarana dan prasarana di PPI/tempat pendaratan kapal perikanan
               iv.    Desa  yang berbatasan dengan pantai
b.                                  Target program PKN adalah :
                  i.    Kriteria lokasi :
1.    Berbasis PPI/tempat pendaratan kapal perikanan
2.    Jumlah Rumah Tangga Sasaran (RTS) Nelayan Miskin (hamper miskin, sangat miskin dan miskin dominan)
                 ii.    Penetapan lokasi :
1.    Berdasar over lay data nelayan miskin di pesisir
2.    Lokasi di 1 tempat PPI Desa Tambakrejo dan 7 tempat pendaratan kapal perikanan (Pantai Nggurah, Pantai Jolosutro, Pantai Sumberkatak, Pantai Peh Pulo, pantai Serang, Pantai Pangi dan Pantai Pasur)
                iii.    Pelaksanaan program dalam 4 tahap :
1.      Tahap 1 pada tahun 2011
2.      Tahap 2 pada tahun 2012
3.      Tahap 3 pada tahun 2013
4.      Tahap 4 pada tahun 2014
5.    Kebijakan Program
Arah kebijakan dan Perluasan Program Pro-Rakyat adalah dalam rangka untuk pengurangan angka kemiskinan yang dilakukan dengan cara meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta perluasan dan peningkatan kesempatan kerja di wilayah pesisir Kabupaten Blitar, kebijakan program tersebut dikelompokkan dalam 4 program yaitu :
a.  Program Bantuan dan Perlindungan Sosial (Klaster-1)
b.  Program Pemberdayaan Masyarakat (Klaster-2)
c.  Program Pemberdayaan Usaha Mikro dan Kecil (Klaster-3)
d.  Program Murah untuk Rakyat (Klater-4)

6.    Strategi Program :
a.                                  Fasilitas sarana dan prasarana serta pendukung perikanan tangkap
b.                                  Peningkatan kegiatan pengawasan, konservasi dan rehabilitasi
c.                                  Transformai tehnologi
d.                                  Investasi dan pendampingan
e.                                  DIversifikasi usaha
f.                                   Peningkatan kwalitas SDM masyarakat pesisir dan nelayan
g.                                  Penyediaan data statistic

7.    Harapan pelaksanaan Program :
a.  Mengurangi beban pengeluaran masyarakat miskin
b.  Meningkatkan kemampuan dan pendapatan masyarakat miskin
c.  Meningkatkan tabungan dan menjamin keberlanjutan berusaha pelaku UMK
d.  Memberikan bantuan murah dan sebagian dibantu pemerintah


V. RENCANA KEGIATAN PROGRAM PKN


Kegiatan akan dilaksanakan berdasarkan target penerima program Peningkatan Kehidupan Nelayan, sbb :
NO
PENERIMA
KEGIATAN
BIAYA
SUMBER DANA
TAHUN
LOKASI
1
Individu Nelayan
Sertifikasi Hak Atas Tanah Nelayan

















































1.    Individu Nelayan








  1. Klaster -1, meliputi :
1). Bantuan siswa miskin
2). Jamkesmas
3). Raskin
4). PKH
5). BLT
b. Klaster -2, meliputi Program-program Pemberdayaan Masyarakat (PNPM)
c. Klaster-3, untuk Kredit Usaha Rakyat (KUR)
d. Klaster-4, terdiri beberapa program :
1). Program rumah sangat murah
2). Program kendaraan angkutan umum murah
3). Program air bersih untuk rakyat
4). Program listrik murah dan hemat
5). Program peningkatan kehidupan nelayan
6). Program peningkatan kehidupan masyarakat miskin perkotaan



1).   Terbangunnya PPI
2).  Tersedianya armada dan alat tangkap bagi nelayan
3).  Tersedianya sarana dan prasarana pendukung perikanan tangkap yang layak
4).   Pengelolaan wilayah pesisir, laut dan pulau-pulau kecil
5).   Peningkatan dinamika KUB, Pokmaswas dan koperasi dalam kinerjanya
6).  Peningkatan kesadaran dan kepedulian masyarakat pesisir untuk terlibat dalam kegiatan konservasi dan rehabilitasi sumberdaya kelautan dan perikanan
7).  Peningkatan kesadaran hokum dan partisipasi masyarakat dalam kegiatan pengawasan
9). Tersedianya pelatihan dan sarana prasarana untuk mendukung usaha kelompok masyarakat peisir
10). Memberikan bantuan kepada rumah tangga nelayan kecil untuk meningkatkan kehidupannya
11).  Membangun dan mengembangkan akses permodalan dari masyarakat dan koperasi ke lembaga-lembaga permodalan
12). Terselenggaranya pelatihan tentang pentingnya mitigasi bencana di pesisir

8.    Upaya-upaya
Untuk menunjang ke empat program tersebut perlu dilakukan upaya sebagai berikut :
e.    Mengurangi beban pengeluaran masyarakat miskin
f.     Meningkatkan kemampuan dan pendapatan masyarakat miskin
g.    Meningkatkan tabungan dan menjamin keberlanjutan berusaha pelaku UMK
h.    Memberikan bantuan murah dan sebagian dibantu pemerintah



V. RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, IKU,
KELOMPOK SASARAN DAN PENDANAAN INDIKATIF

1.    Program Bantuan dan Perlindungan Soial, terdiri dari kegiatan :
a.     



Titik awal pembangunan kelautan adalah diawali dari tersedianya fasilitas pelabuhan (PPI atau PPP dsb) yang standar operasional.  Konsep pembangunan kelautan dikembangkan dengan berpijak pada potensi sumberdaya yang ada diwilayah laut, pesisir dan pulau-pulau kecil serta pada perairan umum daratan dan pembangunan  dilaksanakan menurut prioritasnya
Visi : Menjadikan nelayan sebagai pelaku pembangunan kelautan dan bukan sebagai penonton diwilayahnya sendiri.

Misi  : Mewujudkan masyarakat pesisir dan nelayan yang sejahtera dan berwawasan lingkungan



ISSUE STRATEGIS :

  1. Belum sempurnanya PPI Tambakrejo dan beberapa lokasi tempat pendaratan ikan
  2. Pengelolaan dan investasi pulau-pulau kecil
  3. Kerusakan sumberdaya kelautan, pesisir dan PUD
  4. Dampak cuaca ekstrim dan angin barat daya
  5. Kapasitas SDM sector kelautan sebagian besar rendah
  6. Kemiskinan nelayan (nelayan tradisional)


KEBIJAKAN :
  1. Pengembangan Perikanan tangkap
  2. Pengelolaan Kelautan, Pesisir dan Pulau-pulau kecil
  3. Pengelolaan PUD


STRATEGI
  1. Fasilitasi sarana dan prasarana perikanan tangkap
  2. Investasi dan pendampingan
  3. Peningkatan pengawasan, konservasi dan rehabilitasi
  4. Diversifikasi usaha
  5. Peningkatan SDM masyarakat pesisir dan nelayan
  6. Penerapan tehnologi
  7. Penyediaan data statistic perikanan tangkap
  8.  Pengelolaan PUD

PERMASALAHAN
1.    Terjadinya pengrusakan wilayah pesisir (penebangan vegetasi pantai, penambangan pasir besi), sumberdaya ikan dan terumbu karang (penggunaan kompresor dan bahan kimia sebagai alat bantu penangkapan)
2.    Sebagian nelayan masih berorientasi pada hasil produksi dan tidak memperhatikan kelestarian sumberdaya perikanan dan kelautan
3.    Beberapa jalan akses menuju lokasi tempat pendaratan ikan masih belum layak
4.    Mutu hasil tangkapan masih rendah
5.    Belum adanya Perda tentang zonasi

II. GAMBARAN PELAYAN BIDANG KELAUTAN

  1. Tupoksi
  2. Sumberdaya Bidang Kelautan
a.    SDM, berdasarkan jenjang jabatan :
-       Eselon III b                  : 1  orang
-       Eselon IV a                  :  3 orang
-       Staf                             :  3 orang
-       Tenaga pendamping   :  2 orang
b.    Berdasar tingkat pendidikan :
-       Pasca Sarjana            (Strata-2)        : 1 orang
-       Sarjana (Strata-1)                   : 5 orang
-       Sarjana Muda (D3)                 : 2 orang
-       SLTA                                       : 1 orang
c.    Sarana dan Prasarana :
Sarana
Prasarana
-     PPI
  1. Tantangan dan Peluang
3.1  Tantangan/ancaman yang perlu diantisipasi
a.    Penurunan hasil produksi perikanan tangkap karena factor cuaca buruk (gelombang tingggi dan angin barat daya) dan anomaly iklim yang tidak menentu menyebabkan migrasi ikan di Samudra Hindia
b.    Rendahnya ketrampilan nelayan dalam memanfaatkan tehnologi.
c.    Rendahnya kapasitas PPI Tambakrejo dan beberapa tempat pendaratan ikan sebagai tempat berlabuh bagi kapal nelayan.
d.    Maraknya illegal fishing
e.    Lemahnya keamanan wilayah pesisir dan laut
f.     Sebagian besar nelayan masih tergolong miskin (nelayan tradisional)
g.    Kebanyakan nelayan masih menyerahkan hasil tangkapan ke pelabuhan pendaratan ikan di Malang (PPI Sendang Biru) dan Trenggalek (PPI Prigi)
h.    Masih banyak pembudidaya ikan dan nelayan yang belum bia menjangkau/mengakses perbankan (belum bankable)

3.2    Peluang yang dapat dimanfaatkan
a.  Potensi lestari sumberdaya ikan yang begitu besar dan belum dimanfaatkan secara optimal.
b.  Adanya 32 KUB dan 9 Kelompok Pengawas Masyarakat
c.    Adanya lokasi PPI Tambakrejo dan beberapa tempat pendaratan ikan
d.    Dicanangkannya indutrialiai pengelolaan sumberdaya ikan berkelanjutan berbais mayarakat oleh Pemerintah Pusat
e.    Adabya Pos Keamanan Laut Terpadu
f.     Meningkatkan pemahaman dan ketahanan masyarakat pesisir dalam menghadapi bencana dan cuaca ekstrim
g.    Banyaknya industry subsektoral yang dapat dibangun/dikembangkan melalui sector perikanan dan kelautan (seperti pengalengan, galangan kapal, pengolahan perkomoditi dll)
h.    Semakin gencarnya dunia perbankan dalam pembangunan sector perikanan dan kelautan khususnya dalam penyaluran kredit



III. ISSUE STRATEGIS BERDASAR TUPOKSI

  1. Identifikasi Permasalahan
Beberapa kendala yang dihadapi :
9.    Masih banyak msyarakat pencari ikan di perairan umum daratan yang menggunakan bahan kimia dan stroom sehinggamengakibatkan pencemaran lingkungan yang bias menyebabkan kematian pada ikan-ikan kecil (benih) dan biota lainnya
10.  Peraiaran umum daratan di Kabupaten Blitar masih banyak yang belum dilakukan restocking
11.  Terjadinya pengrusakan wilayah pesisir (penebangan vegetasi pantai, penambangan pasir besi), sumberdaya ikan dan terumbu karang(penggunaan kompresor dan bahan kimia sebagai alat bantu penangkapan ikan)
12.  Sumberdaya ikan (perikanan tangkap) belum dimanfaatkan secara optimal
13.  Masih sering terjadi konflik nelayan yang disebabkan adanya pelanggaran jalur penangkapan ikan, penggunaan alat tangkap dan alat bantu penangkapan yang tidak ramah lingkungan
14.  Belum terselesaikannya pembangunan PPI Tambakrejo sehingga belum layak dioperaionalkan
15.  Kurangnya permodalan yang dimiliki oleh nelayan
16.  Pola penangkapan yang dilakukan oleh nelayan masih berorientasi pada penangkapan harian sehingga daerah penangkapan hanya disekitar pantai, belum dapat menjangkau lokasi penangkapan yang lebih jauh.
17.  Sebagian nelayan masih berorientasi pada hasil produki dan tidak memperhatikan kelestarian sumberdaya perikanan dan kelautan
18.  Beberapa jalan akses menuju lokasi tempat pendaratan ikan masih belum layak
19.  Mutu hasil tangkapan nelayan masih rendah
20.  Belum adanya Perda tentang Zonasi


IV KONSEP PEMBANGUNAN KELAUTAN


21.  Visi Kabupaten Blitar :
Terwujudnya Kabupaten Blitar yang sejahtera, religius dan berkeadilan
Visi Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Blitar :
Terwujudnya Masyarakat Kelautan dan Perikanan Kab Blitar yang
sejahtera melalui Optimaliasi Pengelolaan sumberdaya Kelautan dan Perikanan yang Efisien dan Berkelanjutan
Visi Bidang Kelautan :
Menjadikan nelayan sebagai pelaku pembangunan kelautan yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan, bukan sebagai penonton diwilayahnya sendiri
Visi akan diwujudkan melalui 3 misi yang menjadi focus utamanya :
a.    Peningkatan pengelolaan perikanan tangkap
b.    Peningkatan pengelolaan wilayah peisir dan pulau-pulau kecil  dan perairan umum yang berkelanjutan
c.    Peningkatan kesejahteraan nelayan dan masyarakat pesisir yang berwawasan lingkungan
22.  Tujuan dan Sasaran
Tujuan :
23.  Mengoptimalkan pengelolaan dan pengembangan perikanan tangkap
24.  Mewujudkan kelestarian sumberdaya kelautan dan wilayah pesisir serta perairan umum daratan
25.  Mewujudkan kesejahteraan nelayan dan masyarakat pesisir serta adanya ketahanan terhadap bencana
Sasaran :
a.    Berkembangnya perikanan tangkap diperairan laut dan PUD
b.    Meningkatnya usaha pelestarian sumberdaya kelautan dan wilayah peisir serta PUD
c.    Meningkatnya usaha untuk mewujudkan keejahteraan nelayan dan mayarakat pesisir serta adanya usaha menciptakan ketahanan teradap bencana
26.  Kebijakan
Kebijakan yang diambil adalah :
1).   Terbangunnya PPI
2).  Tersedianya armada dan alat tangkap bagi nelayan laut dan PUD dan makin banyaknya wilayah PUD yang dikembangkan
3).  Tersedianya sarana dan prasarana pendukung perikanan tangkap yang layak
4).   Pengelolaan pesisir, laut dan PUD yang terpadu
5).   Peningkatan dinamika Pokmaswas dalam kinerjanya
6).  Peningkatan kesadaran dan kepedulian masyarakat pesisir untuk terlibat dalam kegiatan konservasi dan rehabilitasi sumberdaya kelautan dan perikanan
7).  Peningkatan kesadaran hokum dan partisipasi masyarakat dalam kegiatan pengawaan
8).   Peningkatan jumlah ikan yang ditebar
9). Tersedianya pelatihan dan sarana prasarana untuk mendukung usaha kelompok masyarakat peisir
10). Memberikan bantuan kepada rumah tangga nelayan kecil untuk meningkatkan taraf hidupnya
11).  Membangun dan mengembangkan akses permodalan dari masyarakat dan koperasi ke lembaga-lembaga permodalan
12). Terselenggaranya pelatihan tentang pentingnya mitigasi bencana di pesisir

27.  Startegi
Strategi untuk mewujudkan visi dan misi pembangunan kelautan adalah melalui  5 program sbb :
1).  Program perikanan tangkap
2). Program peningkatan keejahteraan dan penegakan hokum dalam pendayagunaan sumberdaya laut
3).  Program pengelolaan sumberdaya laut dan pesisir
4).  Program Pengkayaan sumberdaya kelautan dan perikanan
5).  Program pemberdayaan masyarakat pesisir

28.  Upaya-upaya
Untuk menunjang misi tersebut perlu dilakukan upaya sebagai berikut :
1). Meningkatkan kualitas SDM masyarakat dalam bidang management dan kemandirian Pokmaswas dan Kelompok Usaha Bersama (KUB) serta koperasi nelayan.
2). Meningkatkan kualitas SDM nelayan dengan melakukan sosialisasi dan pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan, kemampuan dan ketrampilannya
3). Meningkatkan pemahaman dan kesadaran nelayan dan masyarakat pesisir dalam mengelola dan menjaga kelestarian sumberdaya kelautan dan perikanan  supaya menggunakan cara-cara yang benar dan tidak bertentangan dengan peraturan yang berlaku
4). Meningkatkan pemahaman dan ketahanan masyarakat pesisir dalam menghadapi bencana dan cuaca ekstrim
5).  Melakukan statistic perikanan tangkap, PUD, kelautan, peisisr dan pulau-pulau kecil
6). Memberikan bantuan sarana dan prasarana perikanan tangkap kepada nelayan kecil, pemula dan atau kategori tidak mampu
7).  Melakukan restrukturisasi armada penangkapan ikan
8).  Memfasilitasi palkanisasi kapal dan penerapan system rantai dingin
9).  Penyempurnaan sarana dan prasarana beberapa tempat pendaratan ikan
10). Penyempurnaan beberapa jalan akses mmenuju tempat pendaratan ikan
11).  Melakukan restocking laut dan PUD
12). Memberdayakan masyarakat pesisir dan PUD untuk meningkatkan produktivitas, kemandirian, taraf hidup dan kesejahteraannya
13). Melakukan pengawasan dan penertiban ijin usaha terhadap pemanfaatan sumberdaya kelautan dan perikanan demi tetap terjaga kelestariannya
14). Melakukan konservasi dan rehabilitasi sumberdaya kelautan, pesisir dan pulau-pulau kecil
15). Memfasilitasi nelayan dalam mengakses modal pada lembaga keuangan


V. RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, IKU,
KELOMPOK SASARAN DAN PENDANAAN INDIKATIF

1.    Program Pengembangan Perikanan Tangkap, terdiri dari kegiatan-kegiatan :
a.    Pembangunan PPI Tambakrejo
b.    Peningkatan Produksi sumberdaya Laut
c.    Pengembangan dan Peningkatan Produksi Sumberdaya Perairan Umum Daratan
d.    Pengembangan Sarana dan Prasarana Pendukung Perikanan Tangkap
e.    Pendataan dan Pelaporan produksi Perikanan Tangkap, Potensi Pesisir dan PUD
2.    Program Peningkatan Kesadaran dan Peningkatan Hukum dalam Pendayagunaan Sumberdaya Laut, terdiri dari kegiatan :
a.                                                                    Pengawaan dan Kelestarian Sumberdaya Kelautan dan Perikanan
b.                                                                    Operasional Pokamladu
3.    Program Pengelolaan Sumberdaya Laut dan Pesisir, terdiri dari kegiatan :
a.                                                                    Konservasi dan Rehabilitasi Sumberdaya Kelautan dan Perikanan
b.                                                                    Pembinaan dan Evaluasi Pokmawas
4.    Program Pengkayaan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan, terdiri dari kegiatan :
a.                                                                    Restocking Perairan Laut dan PUD
5.    Program Pemberdayaan Masyarakat Pesisir, terdiri dari kegiatan :
a.                                                                      Diversifikasi usaha masyarakat pesisir
b.                                                                      Peningkatan Kehidupan Nelayan
c.    Peningkatan Akses Permodalan Masyarakat Nelayan, Masyarakat Pesisir dan Koperasi
d.    Mitigasi Bencana Masyarakat Pesisir