MASTERPLAN
PENINGKATAN KEHIDUPAN NELAYAN
1.
Latar
Belakang
Mempertimbangkan berbagai potensi
sumberdaya alam dan keunggulan yang ada diwilayah pesisir, laut dan pulau-pulau
kecil, serta tantangan pembangunan yang harus dihadapi dalam pelaksanaan
pembangunan sector kelautan dan perikanan di Kabupaten Blitar memerlukan suatu
kebijakan ekonomi berupa peningkatan kehidupan nelayan menuju kesejahteraannya.
Masterplan Peningkatan Kehidupan
Nelayan merupakan konsep pembangunan untuk mengentaskan kemiskinan yang difokuskan
langsung kepada kelompok sasaran yaitu Rumah Tangga Sasaran Nelayan Miskin yang
berdomisili di wilayah pelabuhan perikanan atau pangkalan pendaratan ikan
dengan tujuan untk meningkatkan kewirausahaan dan pendapatan nelayan
2.
Dasar
Hukum
a.
Undang-undang
No. 31 Tahun 2004 tentang Perikanan
b.
Undang-undang
No. 27 Tahun 2007 tentang
c.
Intruki
Preiden RI No. 15 Tahun 2011 tentang Perlindungan Nelayan
d.
Keputusan
Presiden RI No. 10 Tahun 2011 tentang Tim Koordinasi Percepatan dan Perluaan
Program Pro-Rakyat
e.
Keputusan
Bupati Blitar No. 188/425/409.012/KPTS/2012 tentang Sub Kelompok Kerja Program Peningkatan
Kehidupan Nelayan (Sub Pokja PKN) Kabupaten Blitar
f.
Surat
Edaran Menteri Kelautan
3.
Potensi
dan Tantangan
- Potensi yang dapat digunakan sebagai peluang dalam mewujudkan Visi dan Misi adalah :
a.
Potensi
lestari sumberdaya ikan yang begitu besar dan belum dimanfaatkan secara
optimal.
b.
Adanya
32 KUB dan 9 Kelompok Pengawas Masyarakat
c.
Adanya
lokasi PPI Tambakrejo dan beberapa tempat pendaratan ikan
d.
Dicanangkannya
indutrialiai pengelolaan sumberdaya ikan berkelanjutan berbais mayarakat oleh
Pemerintah Pusat
e.
Adabya
Pos Keamanan Laut Terpadu
f.
Meningkatkan
pemahaman dan ketahanan masyarakat pesisir dalam menghadapi bencana dan cuaca
ekstrim
g.
Banyaknya
industry subsektoral yang dapat dibangun/dikembangkan melalui sector perikanan
dan kelautan (seperti pengalengan, galangan kapal, pengolahan perkomoditi dll)
h.
Semakin
gencarnya dunia perbankan dalam pembangunan sector perikanan dan kelautan
khususnya dalam penyaluran kredit
B.
Tantangan
:
Walaupun potensi
yang ada merupakan keunggulan yang ada diwilayah pesisir, laut dan pulau-pulau
kecil di Kabupaten Blitar, namun keunggulan tersebut tidak akan terwujud dengan
sendirinya. Sejumlah tantanganyang harus
dihadapi untuk memanfaatkan dan mengelola keunggulan tersebut sbb :
a.
Kurangnya
permodalan yang dimiliki oleh nelayan
b.
Pola
penangkapan yang dilakukan oleh nelayan masih berorientasi pada penangkapan
harian sehingga daerah penangkapan hanya disekitar pantai, belum dapat
menjangkau lokasi penangkapan yang lebih jauh.
c.
Industrialisasi
perikanan tangkap masih terbatas pada kemampuan nelayan tradisional dalam
memanfaatkan sumberdaya ikan yang ada di laut
d.
Sebagian
nelayan masih berorientasi pada hasil produksi dan tidak memperhatikan
kelestarian sumberdaya perikanan dan kelautan
e.
Beberapa
jalan akses menuju lokasi tempat pendaratan ikan masih belum layak
f.
Mutu
hasil tangkapan nelayan masih rendah
g.
Rendahnya
ketrampilan nelayan dalam memanfaatkan tehnologi
h.
Sebagian
besar SDM nelayan masih rendah dan tergolong miskin (nelayan tradisional).
Kwalitas SDM yang rendah akan sulit menerima perkembangan iptek, sehingga
menjadi rawan konflik dalam memanfaatkan sumberdaya ikan
i.
III.
ISSUE STRATEGIS
1.
Issue
- issue Strategis :
a.
Restrukturisasi
armada penangkapan ikan
b.
Poteni
lestari sumberdaya ikan kurang lebih 44.000 ton berada diwilayah pengelolaan
perikanan Kabupaten Blitar
c.
Sulitnya
kapal perikanan mendaratkan ikannya di wilayah Kabupaten Blitar
d.
Kerusakan
sumberdaya kelautan dan perikanan
e.
Illegal
fishing
f.
Konflik
nelayan
g.
Sulitnya
jalan akses menuju lokasi tempat pendaratan kapal perikanan
h.
Akses
permodalan bagi nelayan
i.
Dampak
cuaca ekstrim
j.
Rendahnya
kapasitas SDM nelayan
k.
Rendahnya
ketrampilan nelayan dalam penerapan tehnologi
l.
Kemiskinan
rumah tangga nelayan
m.
Lemahnya
kelembagaan yang berbasis masyarakat pesisir
n.
Pengelolaan
dan investasi wilayah pesisir, laut dan pulau-pulau kecil
o.
2.
Beberapa
permasalahan yang dihadapi dapat diidentifikasi sebagai berikut :
a. Kebanyakan armada dan alat penangkapan
ikan maupun alat bantu penangkapan ikan kurang dari 1 GT (kapal kunting,
jukung, speed).
b. Sumberdaya ikan belum dimanfaatkan
secara optimal, masih sekitar 2-4 % dari potensi lestari yang bisa dimanfaatkan
nelayan
c. Belum terselesaikannya pembangunan PPI
di desa Tambakrejo dan beratnya medan tempat pendaratan ikan di 7 lokasi berlabuhnya
kapal perikanan (pantai nggurah, pantai jolosutro, pantai sumberkatak, pantai
peh pulo, pantai serang, pantai pangi dan pantai pasur)
d. Terjadinya pengrusakan wilayah pesisir
(penebangan vegetasi pantai, penambangan pasir besi), sumberdaya ikan dan
terumbu karang(penggunaan kompresor dan bahan kimia sebagai alat bantu
penangkapan ikan)
e. Sebagian nelayan masih berorientasi
pada hasil produksi dan tidak memperhatikan kelestarian sumberdaya perikanan
dan kelautan
f.
Masih
sering terjadi konflik nelayan yang disebabkan adanya pelanggaran jalur
penangkapan ikan, penggunaan alat tangkap dan alat bantu penangkapan yang tidak
ramah lingkungan
g.
Beberapa
jalan akses menuju lokasi tempat pendaratan ikan masih belum layak
h.
Kurangnya
permodalan yang dimiliki oleh nelayan
i.
Dampak
cuaca ekstrim dan angin barat daya selama bulan Januari – Mei nelayan tidak
bisa melaut sehingga perlu adanya diversifikasi usaha
j.
Pola
penangkapan yang dilakukan oleh nelayan masih berorientasi pada penangkapan
harian sehingga daerah penangkapan hanya disekitar pantai, belum dapat
menjangkau lokasi penangkapan yang lebih jauh.
k. Mutu hasil tangkapan nelayan masih
rendah
l.
Belum
adanya beberapa fasilitas/sarana dan prasarana yang memadai antara lain
penyediaan air bersih, listrik murah dan hemat, fasilitas perumahan murah bagi
nelayan, peralatan komunikasi, layanan kesehatan, dukungan pembiayaan
pendidikan bagi anak-anak nelayan
m.
Belum
semua nelayan tergabung dalam KUB, kurangnya kesadaran mayarakat pesisir untuk
membentuk Pokmaswas dan kelompok Konservasi/rehabilitasi serta koperasi
n.
Belum tersusunnya Peraturan Daerah tentang
Zonasi
IV KONSEP
PROGRAM PENINGKATAN KEHIDUPAN NELAYAN
1.
Visi
Kabupaten Blitar :
Terwujudnya
Kabupaten Blitar yang sejahtera, religius dan berkeadilan
Visi Program
Peningkatan Kehidupan Nelayan :
Mewujudkan
Peningkatan Kehidupan Nelayan di Kabupaten Blitar yang Mandiri dan sejahtera
serta Berkelanjutan
Misi yang
dapat dilakukan untuk mewujudkan Visi adalah
melalui kegiatan :
a.
Peningkatan
pengelolaan perikanan tangkap
b.
Peningkatan
pengelolaan wilayah peisir dan pulau-pulau kecil dan perairan umum yang berkelanjutan
c.
Peningkatan
Kehidupan Nelayan dan masyarakat pesisir yang berwawasan lingkungan
2. Tujuan Program :
a.
Meningkatkan
kewirausahaan nelayan
b.
Meningkatkan pendapatan nelayan
3.
Sasaran
Program adalah :
a.
Rumah
tangga miskin nelayan yang berdomisisli di wilayah pelabuhan perikanan atau
pangkalan pendaratan ikan
b.
Kelompok
c.
Sarana
dan prasarana di lokasi PPI dan beberapa tempat pendaratan kapal perikanan
d.
Pengembangan
desa pesisir tangguh
4.
Target
Program :
a.
Target
penerima program PKN adalah :
i. Individu nelayan
ii. Kelompok
iii. Sarana dan prasarana di PPI/tempat
pendaratan kapal perikanan
iv. Desa
yang berbatasan dengan pantai
b.
Target
program PKN adalah :
i. Kriteria lokasi :
1.
Berbasis
PPI/tempat pendaratan kapal perikanan
2.
Jumlah
Rumah Tangga Sasaran (RTS) Nelayan Miskin (hamper miskin, sangat miskin dan
miskin dominan)
ii. Penetapan lokasi :
1.
Berdasar
over lay data nelayan miskin di pesisir
2.
Lokasi
di 1 tempat PPI Desa Tambakrejo dan 7 tempat pendaratan kapal perikanan (Pantai
Nggurah, Pantai Jolosutro, Pantai Sumberkatak, Pantai Peh Pulo, pantai Serang,
Pantai Pangi dan Pantai Pasur)
iii. Pelaksanaan program dalam 4 tahap :
1.
Tahap
1 pada tahun 2011
2.
Tahap
2 pada tahun 2012
3.
Tahap
3 pada tahun 2013
4.
Tahap
4 pada tahun 2014
5.
Kebijakan
Program
Arah kebijakan dan Perluasan Program
Pro-Rakyat adalah dalam rangka untuk pengurangan angka kemiskinan yang dilakukan
dengan cara meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta perluasan dan
peningkatan kesempatan kerja di wilayah pesisir Kabupaten Blitar, kebijakan program
tersebut dikelompokkan dalam 4 program yaitu :
a. Program Bantuan dan Perlindungan
Sosial (Klaster-1)
b. Program Pemberdayaan Masyarakat (Klaster-2)
c. Program Pemberdayaan Usaha Mikro dan Kecil
(Klaster-3)
d. Program Murah untuk Rakyat (Klater-4)
6.
Strategi
Program :
a.
Fasilitas
sarana dan prasarana serta pendukung perikanan tangkap
b.
Peningkatan
kegiatan pengawasan, konservasi dan rehabilitasi
c.
Transformai
tehnologi
d.
Investasi
dan pendampingan
e.
DIversifikasi
usaha
f.
Peningkatan
kwalitas SDM masyarakat pesisir dan nelayan
g.
Penyediaan
data statistic
7.
Harapan
pelaksanaan Program :
a. Mengurangi beban pengeluaran masyarakat
miskin
b. Meningkatkan kemampuan dan pendapatan
masyarakat miskin
c. Meningkatkan tabungan dan menjamin
keberlanjutan berusaha pelaku UMK
d. Memberikan bantuan murah dan sebagian
dibantu pemerintah
V. RENCANA
KEGIATAN PROGRAM PKN
Kegiatan
akan dilaksanakan berdasarkan target penerima program Peningkatan Kehidupan
Nelayan, sbb :
NO
|
PENERIMA
|
KEGIATAN
|
BIAYA
|
SUMBER
DANA
|
TAHUN
|
LOKASI
|
1
|
Individu
Nelayan
|
Sertifikasi
Hak Atas Tanah Nelayan
|
||||
1.
Individu
Nelayan
- Klaster -1, meliputi :
1). Bantuan siswa miskin
2). Jamkesmas
3). Raskin
4). PKH
5). BLT
b. Klaster
-2, meliputi Program-program Pemberdayaan Masyarakat (PNPM)
c.
Klaster-3, untuk Kredit Usaha Rakyat (KUR)
d.
Klaster-4, terdiri beberapa program :
1). Program
rumah sangat murah
2). Program
kendaraan angkutan umum murah
3). Program
air bersih untuk rakyat
4). Program
listrik murah dan hemat
5). Program
peningkatan kehidupan nelayan
6). Program
peningkatan kehidupan masyarakat miskin perkotaan
1). Terbangunnya PPI
2). Tersedianya armada dan alat tangkap bagi
nelayan
3). Tersedianya sarana dan prasarana pendukung
perikanan tangkap yang layak
4). Pengelolaan wilayah pesisir, laut dan
pulau-pulau kecil
5). Peningkatan dinamika KUB, Pokmaswas dan
koperasi dalam kinerjanya
6). Peningkatan kesadaran dan kepedulian
masyarakat pesisir untuk terlibat dalam kegiatan konservasi dan rehabilitasi
sumberdaya kelautan dan perikanan
7). Peningkatan kesadaran hokum dan partisipasi
masyarakat dalam kegiatan pengawasan
9).
Tersedianya pelatihan dan sarana prasarana untuk mendukung usaha kelompok
masyarakat peisir
10).
Memberikan bantuan kepada rumah tangga nelayan kecil untuk meningkatkan
kehidupannya
11). Membangun dan mengembangkan akses permodalan
dari masyarakat dan koperasi ke lembaga-lembaga permodalan
12).
Terselenggaranya pelatihan tentang pentingnya mitigasi bencana di pesisir
8.
Upaya-upaya
Untuk
menunjang ke empat program tersebut perlu dilakukan upaya sebagai berikut :
e.
Mengurangi
beban pengeluaran masyarakat miskin
f.
Meningkatkan
kemampuan dan pendapatan masyarakat miskin
g.
Meningkatkan
tabungan dan menjamin keberlanjutan berusaha pelaku UMK
h.
Memberikan
bantuan murah dan sebagian dibantu pemerintah
V. RENCANA
PROGRAM DAN KEGIATAN, IKU,
KELOMPOK
SASARAN DAN PENDANAAN INDIKATIF
1.
Program
Bantuan dan Perlindungan Soial, terdiri dari kegiatan :
a.
Titik
awal pembangunan kelautan adalah diawali dari tersedianya fasilitas pelabuhan
(PPI atau PPP dsb) yang standar operasional.
Konsep pembangunan kelautan dikembangkan dengan berpijak pada potensi
sumberdaya yang ada diwilayah laut, pesisir dan pulau-pulau kecil serta pada
perairan umum daratan dan pembangunan
dilaksanakan menurut prioritasnya
Visi :
Menjadikan nelayan sebagai pelaku pembangunan kelautan dan bukan sebagai
penonton diwilayahnya sendiri.
Misi : Mewujudkan masyarakat pesisir dan nelayan
yang sejahtera dan berwawasan lingkungan
ISSUE
STRATEGIS :
- Belum sempurnanya PPI Tambakrejo dan beberapa lokasi tempat pendaratan ikan
- Pengelolaan dan investasi pulau-pulau kecil
- Kerusakan sumberdaya kelautan, pesisir dan PUD
- Dampak cuaca ekstrim dan angin barat daya
- Kapasitas SDM sector kelautan sebagian besar rendah
- Kemiskinan nelayan (nelayan tradisional)
KEBIJAKAN :
- Pengembangan Perikanan tangkap
- Pengelolaan Kelautan, Pesisir dan Pulau-pulau kecil
- Pengelolaan PUD
STRATEGI
- Fasilitasi sarana dan prasarana perikanan tangkap
- Investasi dan pendampingan
- Peningkatan pengawasan, konservasi dan rehabilitasi
- Diversifikasi usaha
- Peningkatan SDM masyarakat pesisir dan nelayan
- Penerapan tehnologi
- Penyediaan data statistic perikanan tangkap
- Pengelolaan PUD
PERMASALAHAN
1.
Terjadinya
pengrusakan wilayah pesisir (penebangan vegetasi pantai, penambangan pasir
besi), sumberdaya ikan dan terumbu karang (penggunaan kompresor dan bahan kimia
sebagai alat bantu penangkapan)
2.
Sebagian
nelayan masih berorientasi pada hasil produksi dan tidak memperhatikan
kelestarian sumberdaya perikanan dan kelautan
3.
Beberapa
jalan akses menuju lokasi tempat pendaratan ikan masih belum layak
4.
Mutu
hasil tangkapan masih rendah
5.
Belum
adanya Perda tentang zonasi
II.
GAMBARAN PELAYAN BIDANG KELAUTAN
- Tupoksi
- Sumberdaya Bidang Kelautan
a.
SDM,
berdasarkan jenjang jabatan :
-
Eselon
III b : 1 orang
-
Eselon
IV a : 3 orang
-
Staf : 3 orang
-
Tenaga
pendamping : 2 orang
b.
Berdasar
tingkat pendidikan :
-
Pasca
Sarjana (Strata-2) : 1 orang
-
Sarjana
(Strata-1) : 5 orang
-
Sarjana
Muda (D3) : 2 orang
-
SLTA : 1 orang
c.
Sarana
dan Prasarana :
Sarana
Prasarana
-
PPI
- Tantangan dan Peluang
3.1 Tantangan/ancaman yang perlu
diantisipasi
a.
Penurunan
hasil produksi perikanan tangkap karena factor cuaca buruk (gelombang tingggi
dan angin barat daya) dan anomaly iklim yang tidak menentu menyebabkan migrasi
ikan di Samudra Hindia
b.
Rendahnya
ketrampilan nelayan dalam memanfaatkan tehnologi.
c.
Rendahnya
kapasitas PPI Tambakrejo dan beberapa tempat pendaratan ikan sebagai tempat
berlabuh bagi kapal nelayan.
d.
Maraknya
illegal fishing
e.
Lemahnya
keamanan wilayah pesisir dan laut
f.
Sebagian
besar nelayan masih tergolong miskin (nelayan tradisional)
g.
Kebanyakan
nelayan masih menyerahkan hasil tangkapan ke pelabuhan pendaratan ikan di
Malang (PPI Sendang Biru) dan Trenggalek (PPI Prigi)
h.
Masih
banyak pembudidaya ikan dan nelayan yang belum bia menjangkau/mengakses
perbankan (belum bankable)
3.2 Peluang yang dapat dimanfaatkan
a. Potensi lestari sumberdaya ikan yang
begitu besar dan belum dimanfaatkan secara optimal.
b. Adanya 32 KUB dan 9 Kelompok Pengawas
Masyarakat
c.
Adanya
lokasi PPI Tambakrejo dan beberapa tempat pendaratan ikan
d.
Dicanangkannya
indutrialiai pengelolaan sumberdaya ikan berkelanjutan berbais mayarakat oleh
Pemerintah Pusat
e.
Adabya
Pos Keamanan Laut Terpadu
f.
Meningkatkan
pemahaman dan ketahanan masyarakat pesisir dalam menghadapi bencana dan cuaca
ekstrim
g.
Banyaknya
industry subsektoral yang dapat dibangun/dikembangkan melalui sector perikanan
dan kelautan (seperti pengalengan, galangan kapal, pengolahan perkomoditi dll)
h.
Semakin
gencarnya dunia perbankan dalam pembangunan sector perikanan dan kelautan
khususnya dalam penyaluran kredit
III.
ISSUE STRATEGIS BERDASAR TUPOKSI
- Identifikasi Permasalahan
Beberapa kendala yang dihadapi :
9.
Masih
banyak msyarakat pencari ikan di perairan umum daratan yang menggunakan bahan
kimia dan stroom sehinggamengakibatkan pencemaran lingkungan yang bias
menyebabkan kematian pada ikan-ikan kecil (benih) dan biota lainnya
10. Peraiaran umum daratan di Kabupaten
Blitar masih banyak yang belum dilakukan restocking
11. Terjadinya pengrusakan wilayah pesisir
(penebangan vegetasi pantai, penambangan pasir besi), sumberdaya ikan dan
terumbu karang(penggunaan kompresor dan bahan kimia sebagai alat bantu
penangkapan ikan)
12. Sumberdaya ikan (perikanan tangkap)
belum dimanfaatkan secara optimal
13. Masih sering terjadi konflik nelayan
yang disebabkan adanya pelanggaran jalur penangkapan ikan, penggunaan alat
tangkap dan alat bantu penangkapan yang tidak ramah lingkungan
14. Belum terselesaikannya pembangunan PPI
Tambakrejo sehingga belum layak dioperaionalkan
15. Kurangnya permodalan yang dimiliki
oleh nelayan
16. Pola penangkapan yang dilakukan oleh
nelayan masih berorientasi pada penangkapan harian sehingga daerah penangkapan
hanya disekitar pantai, belum dapat menjangkau lokasi penangkapan yang lebih
jauh.
17. Sebagian nelayan masih berorientasi
pada hasil produki dan tidak memperhatikan kelestarian sumberdaya perikanan dan
kelautan
18. Beberapa jalan akses menuju lokasi
tempat pendaratan ikan masih belum layak
19. Mutu hasil tangkapan nelayan masih
rendah
20. Belum adanya Perda tentang Zonasi
IV KONSEP
PEMBANGUNAN KELAUTAN
21. Visi Kabupaten Blitar :
Terwujudnya Kabupaten Blitar yang
sejahtera, religius dan berkeadilan
Visi Dinas Kelautan dan Perikanan
Kabupaten Blitar :
Terwujudnya Masyarakat Kelautan dan
Perikanan Kab Blitar yang
sejahtera melalui Optimaliasi
Pengelolaan sumberdaya Kelautan dan Perikanan yang Efisien dan Berkelanjutan
Visi Bidang Kelautan :
Menjadikan nelayan sebagai pelaku
pembangunan kelautan yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan, bukan
sebagai penonton diwilayahnya sendiri
Visi akan diwujudkan melalui 3 misi
yang menjadi focus utamanya :
a.
Peningkatan
pengelolaan perikanan tangkap
b.
Peningkatan
pengelolaan wilayah peisir dan pulau-pulau kecil dan perairan umum yang berkelanjutan
c.
Peningkatan
kesejahteraan nelayan dan masyarakat pesisir yang berwawasan lingkungan
22. Tujuan dan Sasaran
Tujuan :
23. Mengoptimalkan pengelolaan dan
pengembangan perikanan tangkap
24. Mewujudkan kelestarian sumberdaya
kelautan dan wilayah pesisir serta perairan umum daratan
25. Mewujudkan kesejahteraan nelayan dan
masyarakat pesisir serta adanya ketahanan terhadap bencana
Sasaran :
a.
Berkembangnya
perikanan tangkap diperairan laut dan PUD
b.
Meningkatnya
usaha pelestarian sumberdaya kelautan dan wilayah peisir serta PUD
c.
Meningkatnya
usaha untuk mewujudkan keejahteraan nelayan dan mayarakat pesisir serta adanya
usaha menciptakan ketahanan teradap bencana
26. Kebijakan
Kebijakan yang diambil adalah :
1). Terbangunnya PPI
2). Tersedianya armada dan alat tangkap bagi
nelayan laut dan PUD dan makin banyaknya wilayah PUD yang dikembangkan
3). Tersedianya sarana dan prasarana pendukung
perikanan tangkap yang layak
4). Pengelolaan pesisir, laut dan PUD yang
terpadu
5). Peningkatan dinamika Pokmaswas dalam
kinerjanya
6). Peningkatan kesadaran dan kepedulian
masyarakat pesisir untuk terlibat dalam kegiatan konservasi dan rehabilitasi
sumberdaya kelautan dan perikanan
7). Peningkatan kesadaran hokum dan partisipasi
masyarakat dalam kegiatan pengawaan
8). Peningkatan jumlah ikan yang ditebar
9).
Tersedianya pelatihan dan sarana prasarana untuk mendukung usaha kelompok
masyarakat peisir
10).
Memberikan bantuan kepada rumah tangga nelayan kecil untuk meningkatkan taraf
hidupnya
11). Membangun dan mengembangkan akses permodalan
dari masyarakat dan koperasi ke lembaga-lembaga permodalan
12).
Terselenggaranya pelatihan tentang pentingnya mitigasi bencana di pesisir
27. Startegi
Strategi untuk mewujudkan visi dan
misi pembangunan kelautan adalah melalui
5 program sbb :
1).
Program perikanan tangkap
2). Program
peningkatan keejahteraan dan penegakan hokum dalam pendayagunaan sumberdaya
laut
3).
Program pengelolaan sumberdaya laut dan pesisir
4).
Program Pengkayaan sumberdaya kelautan dan perikanan
5).
Program pemberdayaan masyarakat pesisir
28. Upaya-upaya
Untuk
menunjang misi tersebut perlu dilakukan upaya sebagai berikut :
1).
Meningkatkan kualitas SDM masyarakat dalam bidang management dan kemandirian
Pokmaswas dan Kelompok Usaha Bersama (KUB) serta koperasi nelayan.
2).
Meningkatkan kualitas SDM nelayan dengan melakukan sosialisasi dan pelatihan
untuk meningkatkan pengetahuan, kemampuan dan ketrampilannya
3).
Meningkatkan pemahaman dan kesadaran nelayan dan masyarakat pesisir dalam
mengelola dan menjaga kelestarian sumberdaya kelautan dan perikanan supaya menggunakan cara-cara yang benar dan
tidak bertentangan dengan peraturan yang berlaku
4).
Meningkatkan pemahaman dan ketahanan masyarakat pesisir dalam menghadapi
bencana dan cuaca ekstrim
5). Melakukan statistic perikanan tangkap, PUD,
kelautan, peisisr dan pulau-pulau kecil
6). Memberikan
bantuan sarana dan prasarana perikanan tangkap kepada nelayan kecil, pemula dan
atau kategori tidak mampu
7). Melakukan restrukturisasi armada penangkapan
ikan
8). Memfasilitasi palkanisasi kapal dan penerapan
system rantai dingin
9). Penyempurnaan sarana dan prasarana beberapa
tempat pendaratan ikan
10).
Penyempurnaan beberapa jalan akses mmenuju tempat pendaratan ikan
11). Melakukan restocking laut dan PUD
12).
Memberdayakan masyarakat pesisir dan PUD untuk meningkatkan produktivitas,
kemandirian, taraf hidup dan kesejahteraannya
13).
Melakukan pengawasan dan penertiban ijin usaha terhadap pemanfaatan sumberdaya
kelautan dan perikanan demi tetap terjaga kelestariannya
14).
Melakukan konservasi dan rehabilitasi sumberdaya kelautan, pesisir dan
pulau-pulau kecil
15).
Memfasilitasi nelayan dalam mengakses modal pada lembaga keuangan
V. RENCANA
PROGRAM DAN KEGIATAN, IKU,
KELOMPOK
SASARAN DAN PENDANAAN INDIKATIF
1.
Program
Pengembangan Perikanan Tangkap, terdiri dari kegiatan-kegiatan :
a.
Pembangunan
PPI Tambakrejo
b.
Peningkatan
Produksi sumberdaya Laut
c.
Pengembangan
dan Peningkatan Produksi Sumberdaya Perairan Umum Daratan
d.
Pengembangan
Sarana dan Prasarana Pendukung Perikanan Tangkap
e.
Pendataan
dan Pelaporan produksi Perikanan Tangkap, Potensi Pesisir dan PUD
2.
Program
Peningkatan Kesadaran dan Peningkatan Hukum dalam Pendayagunaan Sumberdaya
Laut, terdiri dari kegiatan :
a.
Pengawaan
dan Kelestarian Sumberdaya Kelautan dan Perikanan
b.
Operasional
Pokamladu
3.
Program
Pengelolaan Sumberdaya Laut dan Pesisir, terdiri dari kegiatan :
a.
Konservasi
dan Rehabilitasi Sumberdaya Kelautan dan Perikanan
b.
Pembinaan
dan Evaluasi Pokmawas
4.
Program
Pengkayaan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan, terdiri dari kegiatan :
a.
Restocking
Perairan Laut dan PUD
5.
Program
Pemberdayaan Masyarakat Pesisir, terdiri dari kegiatan :
a.
Diversifikasi
usaha masyarakat pesisir
b.
Peningkatan Kehidupan Nelayan
c. Peningkatan Akses Permodalan
Masyarakat Nelayan, Masyarakat Pesisir dan Koperasi
d. Mitigasi Bencana Masyarakat Pesisir

Tidak ada komentar:
Posting Komentar